Ahok Keluarkan Kebijakan Baru Untuk Mengatasi Pelecehan Seksual di Transjakarta

Ahok Keluarkan Kebijakan Baru Untuk Mengatasi Pelecehan Seksual di Transjakarta

Ahok Keluarkan Kebijakan Baru Untuk Mengatasi Pelecehan Seksual di Transjakarta Pelecehan seksual di Transjakarta semakin marak. Guna mengantisipasi hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyiapkan website safetypin.com bagi warga ibu kota.

Aplikasi tersebut akan dikoneksikan dengan program Smart City. Melalui aplikasi tersebut, nantinya warga yang merasa menjadi korban pelecehan bisa melapor, bahkan sebelum tindak pelecehan terjadi.

“Begitu kamu kirim notifikasi pada kita, lokasi Anda. Jadi kita bisa tau lokasi ini ada perempuan merasa tidak aman. Maka kami akan mulai lacak,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (3/8).

Ahok mengakui aplikasi tersebut sudah diterapkan di India dan hanya tersedia bahasa Inggris. Akan tetapi Ahok tengah mengadopsi aplikasi tersebut dan mengubahnya menjadi Bahasa Indonesia.

“Ini kan dibuat di India sebetulnya untuk menjaga pelecehan dan kekerasan pada anak-anak. Saya minta yang Bahasa Indonesia, kita lagi suruh terjemahin,” tuturnya.

Ahok menegaskan nantinya aplikasi tersebut terintegrasi dengan CCTV. Sistem monitoring akan disebar ke berbagai kantor aparatus keamanan.

“Safetypin bisa disebarkan di posnya Satpol PP, Transjakarta, sama Polisi. Kita pengen kerja sama di Kamtibmas, kasih ke mereka per wilayah termasuk CCTV. Makanya kita akan kasih bantuan hibah kepada Polda untuk bikin comment center di-linked ke semua kantor Subpolsek supaya dia bisa awasi,” tandasnya.

Rencananya program ini baru bisa terealisasi pada akhir tahun 2016, sekiranya bulan Oktober. Jumlah CCTV yang disiapkan Ahok sebanyak 6.000 buah.

Soal cara penggunaan, kata Ahok, sudah direncanakan agar semudah mungkin digunakan. Meski begitu pengakses hanyalah warga yang memiliki smartphone. Sebab aplikasi mencegah dan meminimalisir pelecehan seksual tersebut hanya disediakan dalam program yang ditanam di smartphone dan memiliki koneksi internet.

“Tinggal masuk ke aplikasi Android (Playstore),” ungkapnya.

BACA JUGA

Jokowi Janjikan Sumber Daya Alam Buat Keturunan

Gambar MOS Gila Yang Paling Memalukan Pendidikan Indonesia Dimata Dunia

Langkah Jokowi Dalam Menyikapi Fatwa BPJS Nasional Haram