Muhammadiyah Akan Beralih Kedudukan Jadi Partai Politik Indonesia

Muhammadiyah Akan Beralih Kedudukan Jadi Partai Politik Indonesia

Muhammadiyah Akan Beralih Kedudukan Jadi Partai Politik Indonesia  Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, Muhammadiyah membuka opsi mendirikan partai politik baru di Tanah Air. Opsi tersebut merupakan satu dari tiga opsi peran Muhammadiyah dalam kancah politik nasional.

Pada opsi pertama, ia menjelaskan, Muhammadiyah tetap pada jati dirinya sebagai gerakan dakwah pencerahan yang berorientasi kultural. Meski nantinya menjalankan aktivitas politik, namun orientasi yang akan dibangun yakni berbasis politik moral atau politik amar ma’ruf nahi munkar.

“Dalam hal ini Muhammadiyah tidak terpengaruh sama sekali terhadap politik kekuasaan dan hubungan dengan parpol dilakukan melalui pendekatan menjaga kedekatan yang sama dengan semua parpol,” kata Din saat Sidang Pleno I Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar, Senin (3/8/2015).

Ia menambahkan, dalam pileg maupun pilpres, Muhammadiyah akan bersikap netral. Namun, Muhammadiyah tetap berpihak pada nilai-nilai kebenaran, tanpa harus takut terpinggirkan.

Opsi kedua, kata dia, Muhammadiyah mendirikan parpol baru sebagai sebuah amal usaha. Jika tidak, Muhammadiyah mengembangkan sebuah ‘hubungan khusus’ dengan parpol tertentu sebagai parpol utama.

“Bedanya dengan yang pertama, persyarikatan menentukan kepemimpinan dan kebijakan partai. Sedangkan pada yang kedua, partai memiliki independensi dan hubungan dengan Muhammadiyah bersifat aspiratif,” ujarnya.

Sementara, opsi ketiga yakni Muhammadiyah tetap pada jati dirinya sebagai gerakan dakwah pencerahan yang berorientasi kultural. Namun, saat pileg maupun pilpres, Muhammadiyah akan mendukung calon yang dinilai dapat memperjuangkan kepentingan Muhammadiyah.

“Tentunya dengan syarat mereka mempunyai sifat amanah, memiliki kecakapan, integritas moral dan kapasitas intelektual, serta loyal daj peduli pada organisasi Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada opsi ketiga ini Muhammadiyah akan bersikap rasional dan ad hoc. Hal ini tergantung pada individu atau parpol yang akan dipilih kelak.(kompas)

BACA JUGA

Pakar : Jokowi Takut Di-Bully Rakyatnya Makannya Minta Hidupkan Pasal Penghinaan

Ngeri !! Bikin Mual Didalam Bakso Ditemukan Daging Berbulu

Semarak HUT RI 70, TNI Kibarkan Sang Saka di Pulau Tak Berpenghuni